5 Tips Sebelum Membeli Blog dari Blogger Lain

Ketika buka media sosial facebook di hp, terkadang muncul di timeline postingan blogger yang sedang menjual blognya. Ingin sebetulnya membeli dan menambah jumlah blog dari orang lain, namun sayangnya setelah mengeceknya lebih dalam ternyata ada yang salah dengan kepengurusan blog tersebut.

Dalam postingan ini saya akan berbagi tips sebelum membeli sebuah blog berdasarkan kriteria pribadi, dan urutan penilaiannya:


1. Lihat trafik

Jika trafik tinggi, minimal 3000 tayang per hari via Google Analytics, maka akan saya ambil. Namun jika kurang sedikit misal 2500-an, akan saya pikir-pikir lagi.

Tapi tidak hanya trafik, kemudian saya akan mengecek karya tulisnya, khususnya original penulisan.


2. Cek keOriginalan konten

Banyak yang menjual blog dengan trafik tinggi, akan tetapi kontennya adalah hasil copy paste dan spinner dari situs ternama. Bagaimana saya mengetahuinya?

Saya lakukan dengan mencopy paragraf pertama, judul, dan tengah isi, kemudian saya paste di kolom pencarian Google. Ketika hasilnya sama dengan situs lain, saya tidak jadi beli.

Konten copas terlalu rawan banned, bahkan berdampak dengan akun Google Adsense jika dikaitkan.

Untuk spinner, ini agak sulit jika tidak teliti benar. Saya masih melakukan cara sebelumnya, mencopy paragraf pertama, judul, dan tengah isi, kemudian saya paste di kolom pencarian Google. Jika hasilnya berbeda, saya akan bandingkan kalimat per kalimatnya dengan situs (waktu update lebih dulu) yang pembahasannya sama. Saya baca konten blog yang ingin saya beli, dan ternyata ada kemiripan dengan konten sebelah, ya tidak jadi beli.

Mudah sekali dalam membandingkan artikel asli dan spinner jika kalian pernah membuat artikel spinner :)


3. Harga

Jika penghasilan Adsense dari blog tersebut tidak membuat cepat balik modal, maka saya tidak akan membelinya.

Namun jika mereka menjualnya dengan harga murah dan jumlah trafik yang sedikit, saya pribadi tidak minat.


4. Akun penjual

Banyak akun palsu bertebaran di media sosial, hati-hati. Kelihatannya sering update status (terlihat asli), tapi setelah dicek lebih dalam ternyata akunnya palsu.

Ini nih yang bahaya, banyak yang sudah jadi korban dari perbuatan akun palsu.

Untuk mengeceknya, kalian bisa melihat di awal tanggal akun tersebut mulai update status. Jika hanya foto-foto saja dan sama terus, kalian patut curiga.

Namun, bagaimana jika si pemilik akun memang jarang update status dan jarang main media sosial?

Lanjut dengan cara terakhir, yaitu transaksi lewat jasa RekBer.


5. Transaksi jasa RekBer (Rekening Bersama)

Di Indonesia ini banyak sekali jasa RekBer, kalian bisa tanya dengan teman seprofesi jasa RekBer mana yang terpercaya.

Apabila si penjual blog mau bertransaksi dengan jasa RekBer, berarti akun si penjual blog tersebut dapat dipercaya. Tapi jika tidak mau, hmm... sudah dipastikan bahwa si penjual blog ingin menipu kalian. Tolong smart ya kawan!


Beli blog jangan asal pilih, hanya tergiur karena SS (Screenshoot) itu bukan sikap yang tepat. Cermat selalu dalam hal jual beli apalagi jika tidak pernah bertemu langsung dengan pembeli atau penjual.

Banyak Blog Boleh, Goblok Jangan!

Post Terkait:

Open Comments Close Comments

This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalise ads and to analyse traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn more