Blogger adalah Guru Dunia Online

Secara tidak langsung seorang blogger telah menjadi Guru. Ini terjadi karena apa yang dipostingkan di dalam blognya merupakan informasi terbaru dan pemecahan masalah bagi si pembaca.

Memang tidak harus membuat kelas seperti di sekolah, bermodal tulisan di blog cukup bagi blogger untuk memberikan materi. Sumber pun tidak terikat dengan teori, dari pengalaman sehari-hari saja tidak perlu menunggu keputusan menteri pendidikan karyanya sudah pantas berpredikat valid karena memang sudah teruji.

Dari kalangan blogger, oknum yang buruk juga ada. Bahkan tidak hanya blogger saja, guru, pegawai, penjaga toko, dan semua pekerjaan pasti ada oknum yang buruk sehingga membuat predikat satuan pekerja menjadi tercoreng. Contoh oknum blogger yang buruk, seperti: penyebar kabar hoax (penipuan) atau clickbait yang tidak valid dengan topik.

Kembali lagi dengan topik Blogger adalah Guru dunia online.

Alangkah berjasanya blogger dengan baik hati memberikan informasi teraktual dan valid, salah satu contoh sederhana, yaitu membuat postingan: cara tutorial mencerahkah layar monitor windows 7. Apakah guru TI di sekolah dan Dosen TI di kampus memberikan pelajaran ini? Tentu saja tidak! Tidak semua maksud saya, hehe 😅. Informasi seperti ini kecil, namun nyatanya tetap saja banyak yang cari, dari kalangan muda sampai tua, tak terkecuali guru dan dosen itu sendiri lho ya 😂.

Bukan berarti saya menghina etos kerja guru di sekolah dan dosen di kampus lho ya, ini hanya sedikit bukti bahwa blogger pun juga bisa dijadikan guru. Tapi, guru yang berpenampilan koloran dan tidak berseragam seperti di sekolah maupun kampus.

Dan saya yakin bahwa guru (asli) ilmu teorinya lebih hebat dari saya, namun perlu diingat kembali bahwa setelah keluar dari sekolah, anak didik akan menjalani kehidupan nyata nan keras. Teori sah-sah saja, hanya seringnya antara teori buku dan praktik di lapangan tidaklah berimbang. Di sekolah atau kampus mendapatkan teori seperti ini, tapi dalam praktik di lapangan teori belum tentu hasilnya signifikan bahkan berbanding terbalik.

Sekarang jujur-jujuran saja, siapa yang membaca postingan ini sebagai guru atau dosen? Pasti pada senyum-senyum sendiri dikarenakan mengalami problematika yang sama dalam merasakan ketika teori di buku cenderung lebih banyak sulit diaplikasikan dalam kehidupan di luar kelas.

Sumber ilmu itu luas, di luar lingkungan akademis sumber ilmu banyak bertaburan, salah satunya dari dunia online. Blogger juga bisa menyandang title guru tanpa harus masuk ke kelas dengan berpenampilan rapi dengan membantu menyebarkan ilmu keseharian mereka melalui sebuah tulisan, video, animasi, atau gambar di dalam sebuah wadah (blog).

Tidak perlu berdebat, saya akan memperjelas lagi dalam mengakhiri postingan ini.

Ilmu yang diberikan oleh blogger dan guru (asli) memang memiliki perbedaan dalam penerapan. Jika ilmu yang diberikan kebanyakan blogger disesuaikan dengan apa yang ingin mereka posting, namun jika guru (asli) memberikan ilmu berdasarkan kurikulum yang disesuaikan pada jamannya.

Jadi, siapapun yang memberikan ilmu bermanfaat dan tidak menyalahi aturan, dimanapun, serta entah model pembelajarannya seperti apa kalian dapat menjadikan orang itu sebagai Guru.

Post Terkait:

Open Comments Close Comments

This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalise ads and to analyse traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn more