Konten Blog Hasil Copy Paste = Rugi (8 Kerugian)

"Ahh blog baru yang saya bangun dari hasil copy paste aman-aman saja sampai sekarang, bahkan malah cepat gajian dari Google AdSense dan afiliasi lainnya. Jadi, main copas enak banget."

Ada yang masih berpikiran atau masih melakukan aktivitas seperti itu hingga sekarang, buat blog lalu copy paste dari konten orang lain?

"Apa urusanmu, min? Hidup-hidup gue. Mau dosa juga urusan gue. Jangan sok suci deh, min!"

Hahaha, kamu kok lucu banget sih. Apa sih keuntungan mu copas?
Cepat gajian?
Itu saja keuntungannya?

"Sama biar cepat dapat kontennya, sehingga hemat waktu dan tidak menguras banyak keringat."

Hmm begitu ya. Justru kalau saya paparkan kerugiannya, jauh lebih banyak daripada keuntungan copy paste konten orang lain.

Lalu apa saja sih kerugian dari copy paste artikel atau konten original orang lain? Dalam artikel ini akan saya sebutkan satu per satu, bacalah!

1. Haram


Jika kalian punya agama dan menaati segala peraturannya, pasti tau apa itu arti haram. Dimana yang namanya "nyuri tanpa sepengetahuan pemiliknya (selain mencuri ide atau ilmu)" pasti haram, dan melakukan hal-hal yang haram adalah DOSA.

Dari sini saja seharusnya sudah jelas bahwa pencurian adalah perbuatan yang dilarang, karena memang merugikan, terutama merugikan si pencipta aslinya.

Masih tetap bersikukuh untuk copas?

2. Keharaman itu Menyalur ke Perut Keluarga atau Orang Terkasih Lainnya


Ketika kalian gajian dan membagikan gaji hasil curian tersebut kepada keluarga, sungguh kalian tega. Dimana jika uang tersebut dijadikan nasi dan dimakan oleh keluargamu, maka keluargamu teracuni keharaman tersebut. Jadi, yang keluarganya tiba-tiba mati mendadak, silakan introspeksi diri. Siapa tau keluarga kalian mati karena keracunan makanan dari uang haram.

"Min, tapi uangnya buat sendiri kok."

Tidak yakin saya, apa benar uang tersebut tidak kalian tukarkan dengan barang lain. Jadi, uang hasil copy paste tertimbun dan tidak berkurang di akun bank pribadi?

Coba ingat kembali! Uang haram tersebut kalian gunakan untuk apa? Apakah dirubah menjadi cincin pernikahan atau berubah jadi kado untuk kekasih?

Intinya saya tidak yakin, jika uang hasil copas itu 100% untuk diri kalian sendiri.

3. Membuat Semakin Bodoh


Teringat dengan kata-kata bos saya waktu saya buat kopi di dapur kantor, dimana beliau berkata, "Jangan banyak ngopi, nanti jadi bodoh." Awalnya saya mau sanggah ucapan beliau, karena tidak ada "dalilnya" (sumber terpercaya) jika minum kopi membuat bodoh. Lalu saya sadari bahwa itu adalah ungkapan lelucon, tapi memang nyata. Jadi, yang dimaksud "ngopi" di sini, bukan minum kopi, melainkan suka copy paste kerjaan orang lain.

Sebuah penelitian yang berdalil pun juga mengiyakan, bahwa suka mencopy/mencontek/mencuri kerjaan orang lain, membuat otak menjadi tidak bekerja. Otak kita seperti "mati" (bukan mati sungguhan) karena tidak dipakai. Harusnya, otak ini dipakai untuk "berpikir" (bukan berpikir bagaimana copas) agar otak ini selalu hidup. Jika otak sudah mati, maka sulit untuk hidup kembali.

Makanya kebanyakan orang bodoh itu sukanya share-share berita yang tidak jelas, entah di media sosial atau aplikasi chat. (Maaf, untuk paragraf ini dimohon jangan dibaca!)

4. Egois Merenggangkan Persaudaraan


Orang yang suka copypas itu egois! Tidak peduli konten siapa, main klaim-klaim saja tanpa mencantumkan kreator asli. Bodohnya lagi, yang dicuri adalah konten blog milik temannya sendiri. Dan ternyata kalian malah pamer jumlah penghasilan puluhan digit dari hasil ngeblog kepada mereka.

"Kalian" (Blogger) pasti sudah taulah bahwa banyak blogger merahasiakan blog-blog mereka demi keamanan dan menghindari takedown karena diusilin teman seperjuangannya.

5. Pentingnya Tau Hukum Sebab Akibat


Jujur saja, kalian sendiri pasti bakal ngambek, jika desain kaos sekolah yang kalian buat tapi yang lebih diapresiasi malah teman kalian. Padahal teman kalian hanya numpang nama saja. Hayo ngaku!

Makanya jangan suka copy paste kalau tidak mau kejadian seperti itu. Biar lebih jelas, anggap saja ini adalah KARMA.

6. Selalu Remidial


Ah, ini mah harusnya sudah tau, jika konten copy paste rawan banned. Sehingga kalian harus mengulang dari awal untuk membangun sebuah blog lagi.

7. Sulit Diterima Google AdSense


Konten Anda tidak memadai, karena kontennya ketahuan nyolong oleh robot Google.

Basi-basi, berlagak polos tanya digrup-grup, "BTW, kenapa ya blog saya tidak diterima AdSense. Padahal jumlah artikel sudah banyak, jumlah per artikel juga buuanyak hingga ribuan, dan bukan blog gambar/video/download? Mohon sarannya suhu-suhu." Saran saya, berhentilah copy paste, hargai content writer originalnya! Itu saja.

8. Malas Baca


Saya sudah menuliskan 1 sampai 7 kerugian dari aktivitas copas artikel milik orang lain, tapi kalian tidak membacanya sama sekali. Malah scroll sampai bawah, lalu copy tulisan saya ini dan paste ke blog kalian sendiri. Parah! Dasar "Kambing" (cuek aja nyelonong lewat di jalan ramai, tanpa tengak-tengok)!


Bagaimana, sudah tau kan sekarang bahwa kerugian copas lebih buaaaanyak daripada keuntungannya? Jadi, mau tetap copas? Masih saja copas seenak jidat, dasar kambing!

Post Terkait:

Open Comments Close Comments

This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalise ads and to analyse traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn more