Venture Capital di Era Digital

Di era digital seperti ini berbagai macam bisnis, usaha, ataupun investasi dilakukan oleh banyak orang. Variasi bisnis yang semakin beragam menunjukkan kemajuan teknologi itu sendiri. Salah satu jenis investasi yang tengah naik daun adalah Venture Capital atau yang sering disingkat dengan VC. Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan VC? Bagaimana sejarah serta sistem kerjanya? Jika belum, maka simaklah ulasan di bawah ini.

Serba Serbi Venture Capital di Era Modern


1. Pengertian dan sejarah

Venture Capital merupakan suatu investasi yang berbentuk pembiayaan yang berupa pemberian modal. Modal tersebut diberikan bagi perusahaan swasta untuk pasangan usaha dengan batas waktu yang sudah diatur. Investasi yang satu ini normalnya diberikan dalam bentuk penyerahan modal secara langsung. Kemudian nantinya akan ditukarkan dengan saham dari perusahaan pasangan usaha tersebut. Pemberian modal tersebut biasanya akan diberikan pada para startup.

Startup disini mengacu pada istilah startup company. Startup adalah sebuah bentuk bisnis wirausaha atau perusahaan, kemitraan, maupun organisasi. Sedangkan jika dilihat dari segi sejarah, Venture Capital berasal dari ide Georges Doriot di tahun 1946. Ia mendirikan American Research and Development Corporation. Kesuksesan ide tersebut akhirnya memotivasi banyak orang untuk mengikuti jejaknya dalam mendirikan hal yang sama.

2. Sistem kerja

Pihak yang memberikan modal di investasi di Venture Capital disebut dengan Limited Partners atau biasa dikenal dengan LP. Mereka biasanya memberikan dana dalam bentuk uang tunai dan juga mereka akan memperoleh beberapa saham dari perusahaan yang berinvestasi. Pemberian modal tersebut mempunyai beberapa tingkat atau ronde.

Di awal pemberian modal disebut dengan seed funding. Setelah seed funding dilakukan maka akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Semakin tinggi tingkatannya, maka dana yang digelontorkan akan semakin banyak juga. Perusahaan startup yang berhasil mendapatkan seed funding akan melakukan usaha keras agar konsep atau prototrype milik mereka bisa menjadi produk yang benar-benar laku di pasaran. Selain itu, pemasukan juga menjadi tujuan utamanya. Dengan begitu maka mereka akan memperoleh dana lagi di tahap selanjutnya.

3. Hasil dan resiko

Investasi tersebut memiliki hasil yang cukup tinggi. Namun, seiring dengan hasilnya yang tinggi maka resiko yang didapatkan juga tak bisa dibilang rendah. Resiko inilah yang terkadang mempersulit perusahaan agar menjadi perusahaan terbuka. Selain itu perusahaan juga akan sulit mendapat modal pinjaman dari bank. Akan tetapi kalian tidak perlu khawatir lagi. Bisa dikatakan resiko tersebut akan setimpal dengan hasil yang diperoleh.

4. VC terpercaya

Hingga saat ini terdapat banyak VC yang terkenal dan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Salah satunya adalah Convergence VC. Convergence Ventures memiliki target para perusahaan swasta yang butuh bantuan secara materi. Perusahaan yang belum mempunyai riwayat operasional juga menjadi fokusnya. Selama bertahun-tahun perusahaan ini telah menjadi kepercayaan banyak kalangan. Reputasinya yang baik akan bisa membuat kalian nyaman menjadi partner investasi. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap kaliapn bisa datang ke laman resminya di convergencevc.com. Disana akan ada contact person yang siap membantu kalian kapanpun itu.


Demikian sekilas informasi mengenai serba serbi Venture Capital. Sebagai pelaku investasi di era digital, VC dianggap mampu membantu mengatasi permasalahan bisnis banyak orang. Kalian yang sekiranya sedang memiliki masalah di bidang keuangan bisnis bisa juga menggunakan VC ini. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi kalian.

Post Terkait:

Open Comments Close Comments

This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalise ads and to analyse traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn more