Seberapa Pentingkah Manfaat Kalkulator Kehamilan Untuk Ibu Hamil? Yuk, Kita Cari Tahu!

Pada umumnya, usia kehamilan itu akan dihitung sejak hari pertama menstruasi terakhir. Kendati kondisi janinnya belum membentuk di dalam rahim, namun hari-hari menstruasi terakhir bunda sudah dapat dihitung sebagai usia kehamilan minggu pertama. Dengan kata lain, sebenarnya tubuh bunda sudah siap untuk hamil. Jika bunda sedang dalam program hamil, usahakan untuk selalu mencatat kapan tanggal menstruasi pada setiap bulannya. Apabila kesulitan dalam menghitungnya, bunda bisa menggunakan bantuan kalkulator kehamilan.

Selain memeriksakan diri ke dokter kandungan, ternyata para ibu hamil juga dapat menghitung sendiri berapa lama usia kehamilannya lho. Ya, caranya pun terbilang cukup simple, dimana bunda bisa menghitungnya dengan menggunakan kalkulator kehamilan manual yang berdasarkan perhitungan kalender. Namun, bunda juga wajib mengetahui terlebih dulu mengenai kapan menstruasi terakhirnya. Oleh karena itu, bunda harus mengingat-ngingat lagi kapan tanggal pertama menstruasi terakhirnya dimulai. Pasalnya, hari pertama pada periode menstruasi terakhir itulah yang akan dijadikan sebagai hari pertama dari usia kehamilan bunda.

Pada usia kehamilan itu kemungkinannya sekitar 2 minggu sebelum terjadi proses pembuahan. Itu sebabnya, mengapa tak sedikit dari para ibu hamil yang bertanya-tanya, mengapa harus 2 minggu? Menurut informasi yang didapat, hal tersebut dikarenakan proses pembuahan pada umumnya akan terjadi sekitar 2 minggu, atau pada hari 11 – 21 setelah hari pertama menstruasi terakhir bunda. Selain itu, usia kehamilan juga biasanya akan berlangsung selama 40 minggu atau sekitar 280 hari hingga proses persalinan.

Perbedaan Usia Kandungan Dengan Usia Janin


Perlu bunda ketahui, bahwa usia kehamilan itu tidak akan sama dengan usia janin. Ya, lain halnya dengan usia kehamilan, dimana usia janin ini cenderung lebih sulit diprediksi. Usia kehamilan merupakan masa sejak terjadinya pembuahan. Namun sayangnya, proses pembuahan ini tidak dapat diketahui secara pasti kapan terjadinya. Dalam hal ini, biasanya dokter kandungan hanya akan mengira-ngira usia janin yang berdasarkan usia kehamilan bunda.

Tanggal Menstruasi Terakhir + 7 Hari – 3 Bulan + 1 Tahun


Contohnya, apabila di hari pertama menstruasi terakhir bunda adalah 10 Desember 2018, maka cara menghitungnya seperti di bawah ini:

* 10 (hari menstruasi terakhir) + 7 hari = 17

* 12 (bulan menstruasi terakhir, dalam contohnya bulan ke – 12 / Desember) – 3 bulan = 9 (bulan 2019)

* 2018 (tahun menstruasi terakhir) + 1 tahun = 2019

Dalam perhitungan tersebut akan menghasilkan tanggal perkiraan lahir pada 17 September 2019.

Akan tetapi, perhitungan ini hanya sebatas perkiraan saja dan belum tentu bayi bunda akan lahir di tanggal tersebut. Pasalnya, tingkat keakuratan dari hasil perhitungan yang diatas tadi hanyalah sebesar 5 % saja. Dengan kata lain, bayi bunda dapat lahir sebelum maupun sesudah tanggal yang diperkirakan.

Dalam memastikan tanggal perkiraan lahir, para dokter kandungan biasanya akan menggunakan metode lain seperti pemeriksaan USG pada trimester pertama. Jika diperlukan, maka dokter kandungan pun akan melakukan pemeriksaan fisik pada bunda.

Meskipun tidak akurat, namun kalkulator kehamilan ini setidaknya telah memberikan sedikit informasi mengenai usia kehamilan.

Pada intinya, bunda akan mengalami kesulitan dalam menghitung ketika lupa tentang kapan terakhir mengalami periode tersebut. Maka dari itu, sangat dianjurkan bagi bunda untuk pergi ke dokter agar dilakukan pemeriksaan USG yang lebih akurat.

Post Terkait:

Open Comments Close Comments

This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalise ads and to analyse traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn more