Ovo Mengonfirmasi Status Unicorn

Perusahaan fintech Indonesia - OVO telah secara resmi mengkonfirmasi status unicornnya, menyusul spekulasi berbulan-bulan dan pernyataan baru-baru ini dari Rudiantara, menteri informatika dan komunikasi Indonesia.

Hal ini membuat unicorn Indonesia menjadi lima, dengan perusahaan e-commerce Bukalapak menjadi yang terakhir bergabung dengan klub. Sementara Jason Thompson (CEO OVO) tidak merinci penilaian pasti perusahaan, CB Insights melaporkannya menjadi $2,9 miliar US.

OVO dimulai sebagai aplikasi loyalitas untuk pusat perbelanjaan yang dimiliki oleh konglomerat Indonesia Lippo Group sebelum mencapai pertumbuhan besar sebagai e-wallet.

Menurut data Bank Indonesia, OVO saat ini merupakan sistem pembayaran digital top Indonesia berdasarkan nilai transaksi. Perusahaan memproses transaksi senilai 56,1 triliun rupiah (sekitar $4 miliar US) untuk semester pertama tahun 2019.

Thompson telah mengkredit kemitraan dengan raksasa Grab dan Tokopedia sebagai titik perubahan dalam pertumbuhan OVO. Perusahaan juga telah berkembang menjadi layanan keuangan sebagai bagian dari visi yang lebih besar untuk mengembangkan inklusi keuangan di negara ini.

Post Terkait:

Open Comments Close Comments

This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalise ads and to analyse traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn more