Setelah Coronavirus, Manusia Meninggal Karena Hantavirus di Tiongkok

Laporan tentang korban dari hantavirus muncul ketika China saat ini sedang bergulat dengan coronavirus, coronavirus telah mengakibatkan kematian sekitar 3.277 orang di negara tersebut.

Hantavirus adalah keluarga virus yang dapat menyebar, terutama oleh tikus, dan dapat menyebabkan beragam sindrom penyakit pada orang yang terinfeksi di seluruh dunia.

Di tengah pandemi coronavirus, seorang pria di provinsi Yunnan, Cina barat daya, meninggal karena terinfeksi hantavirus, penyakit yang disebarkan oleh tikus ini.

Orang dari provinsi Yunnan meninggal di bus sewaan ketika dalam perjalanan kembali ke provinsi Shandong timur untuk bekerja.

Setelah dilakukan investigasi, dia dinyatakan positif terkena hantavirus, sedangkan 32 orang lainnya di dalam bus diuji untuk mengetahui hasilnya, untuk mengetahui apakah ke 32 orang lainnya juga terinfeksi.

Hantavirus adalah keluarga virus yang disebarkan oleh tikus dan dapat menyebabkan beragam sindrom penyakit pada orang di seluruh dunia, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) yang merupakan lembaga kesehatan publik nasional terkemuka di Amerika Serikat.

Virus ini sudah ada sebelum masa Coronavirus Disease 2019 atau disingkat COVID 2019.

Tanda & Gejala Terinfeksi Virus Hanta


Di Amerika dikenal sebagai hantavirus "Dunia Baru" dan dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

Berdasarkan informasi yang terbatas, tampak gejalanya berkembang antara 1 hingga 8 minggu setelah terpapar urin, kotoran, atau air liur dari tikus yang terinfeksi.

Gejala Dini


Gejala awal adalah kelelahan, demam, dan nyeri otot, terutama pada kelompok otot besar, seperti: paha, pinggul, punggung, dan terkadang bahu. Gejala-gejala ini bersifat universal.

Mungkin juga: sakit kepala, pusing, kedinginan, dan masalah perut, seperti: mual, muntah, diare, dan sakit perut. Sekitar setengah dari semua pasien HPS mengalami gejala-gejala ini.

Gejala Terlambat


4 hingga 10 hari setelah fase awal penyakit, gejala HPS yang terlambat akan muncul. Ini termasuk batuk dan sesak napas, dengan sensasi, seperti yang dikatakan oleh seseorang pasien yang sembuh atau selamat, "rasanya seperti bantal menutupi wajah saya" ketika paru-paru dipenuhi cairan.

Apakah Penyakitnya Fatal?


Iya. HPS bisa berakibat fatal. Berdasarkan data, memiliki tingkat kematian 38% dari orang yang positif terinfeksi.


Sementara itu, jumlah kematian akibat kasus coronavirus telah mencapai angka 16.961 di seluruh dunia, berdasarkan beberapa laporan sumber terpercaya.

Lebih dari 386.350 kasus yang dinyatakan telah terdaftar di 175 negara dan wilayah sejak pandemi pertama kali muncul di Cina pada bulan Desember 2019.

Post Terkait:

Open Disqus Close Disqus



This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalise ads and to analyse traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn more