Implan Payudara: Jenis, Pembiayaan, dan Prosedur yang Dilakukan

Implan payudara memiliki 2 jenis, yaitu Salin dan Silikon. Terdapat beberapa hal lain yang harus diperhatikan untuk memaksimalkan pemahaman seputar prosedur operasi untuk membesarkan ukuran payudara tersebut sebagai berikut.

Perbedaan dan Persamaan Implan Salin dan Silikon


Apakah perbedaan implan jenis salin dan silikon? Pertama, untuk Salin isinya adalah air garam yang steril dan untuk Silikon maka isinya gel kental. Namun, keduanya memiliki persamaan yaitu ditampung dengan kantung silikon. Sehingga banyak yang memilih salah satu di antara keduanya, tentu dengan berkonsultasi pada tenaga medis terlebih dahulu.

Apakah Operasi Ini Ditanggung Asuransi?


Berdasarkan aturan, operasi yang sifatnya untuk kecantikan tidak termasuk suatu pelayanan medis tercover asuransi baik negara maupun swasta. Jadi, jika Anda ingin menjalankan prosedur implan payudara maka harus benar-benar memahami biaya tindakan dan perawatannya.

Usia untuk Melakukan Implan


Karena berhubungan dengan tubuh yang terus berkembang, maka implan ini tidak dianjurkan bagi wanita dengan usia di bawah 18 tahun. Karena tentunya postur tubuh akan berubah terus dan keberadaan implan bisa mengganggu. Jadi, disarankan untuk yang melakukan prosedur ini sudah berada di usia 22 tahun keatas. Sehingga, pertumbuhannya sudah selesai dan postur tubuh tidak akan banyak berubah.

Penyebab Dibutuhkannya Operasi


Setiap orang tentu memiliki alasan untuk melakukan sesuatu termasuk prosedur ini. Beberapa hal yang kerap menjadi penyebab dibutuhkannya operasi adalah jika payudara tidak simetris. Hal ini tentu cukup mengganggu tingkat kepercayaan diri. Terutama bagi pasangan yang sudah menikah dan aktif melakukan hubungan seksual. Namun demikian, bisa jadi ada beberapa penyebab lain yang kerap dimiliki oleh pasien. Misalnya merasa ukuran payudara kurang atau bentuk yang belum sesuai.

Durasi Pelayanan Medis


Implan payudara merupakan pelayanan medis yang cenderung cepat dan tidak membutuhkan banyak waktu untuk tindakan. Meskipun tentunya membutuhkan waktu pemulihan cukup lama. Adapun durasi pelayanan medis tersebut adalah 1-2 jam saja. Tim dokter akan menggunakan anestesi umum yang menyebabkan pasien tidak merasakan sakit.

Hal yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Prosedur Dijalankan


Setelah prosedur tersebut dijalankan, sebaiknya Anda bisa beristirahat dulu di rumah sakit agar kondisinya pulih dan sehat. Kemudian, setelah sehari atau beberapa hari, Anda bisa kembali pulang. Namun, setelah pulang sebaiknya jangan melakukan aktivitas fisik yang melelahkan. Gunakan waktu selama 4 sampai 6 pekan untuk istirahat dan makan makanan bergizi. Kemudian, pastikan mengecek jahitan dan kondisi di payudara pasca implan. Sehingga, jika ada hal-hal tidak biasa yang dirasakan, Anda akan lebih mudah menganalisisnya. Jika terasa sakit, gunakan obat penghilang rasa sakit. Misalnya acetaminophen yang bisa membantu mengatasi masalah sakit pasca implan payudara. Meskipun ada luka, Anda akan mendapati jahitannya perlahan memudar dan karena terletak di bawah payudara, maka akan hilang. Jadi, pastikan untuk mengkonsumsi makanan dengan kandungan protein tinggi agar bisa memaksimalkan penyembuhannya.

Waspadai Komplikasi


Apa saja komplikasi yang mungkin muncul? Bisa saja, pasca implan payudara terjadi infeksi yang menyebabkan perdarahan atau sakit. Kemudian, bagi beberapa orang bekas lukanya bisa saja tidak benar-benar hilang. Risiko yang paling terasa adalah perubahan sensasi yang terasa di bagian nipple, ini bisa terus menerus atau bisa juga sementara.

Jadi, pastikan Anda mengetahui hal-hal penting tentang implan payudara sebelum menjalankannya. Sehingga bisa meminimalisir semua risiko yang ada.

Related Posts →


Open Disqus Close Disqus

This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalise ads and to analyse traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Blogger Cookies