Bounce Rate Tidak Mempengaruhi Peringkat SERP Google Secara Langsung

Apa yang dimaksud dengan bounce rate?

Bounce Rate adalah nilai pentalan yang dihasilkan dari waktu pengunjung masuk ke blog anda dari mesin pencari kemudian keluar lagi ke mesin pencari. Gampangnya, jika seseorang mencari keyword di mesin pencari kemudian klik pada artikel kita, dan memantul kembali ke mesin pencari.

Mengapa seorang pengunjung akan kembali ke halaman mesin pencari dengan cepat, apa alasannya?

Karena artikel yang mereka kunjungi tidak memenuhi kriteria apa yang mereka cari atau kurang mendetail.

Namun ada saja yang masih menyatakan dalam tulisan di dalam blog mereka bahwa, "angka bounce rate merupakan salah satu faktor peringkat di SERP (Search Engine Result Page). Jika halaman desain blog kita tidak menarik dan isi konten tidak ada, maka pengunjung akan meninggalkan blog kita. Jadi, kita harus mengurangi tingkat bouncing di blog pribadi untuk mendapatkan peringkat kata kunci yang bagus di mesin pencari."

Kapan pihak Google pernah mengatakannya dan menggunakannya sebagai sinyal peringkat dalam SERP? Inilah video penjelasan Andrey Lipattsev (Search Quality Senior Strategist at Google Ireland) dan cermati apa yang ia katakan:


  • Kami tidak melakukannya
  • "Tidak mungkin" - kita tidak bisa melakukannya secara teknis
  • Sinyal ini tidak konsisten
  • Mereka akan terlalu mudah melakukan spam/game

Di mana referensi yang tepat bahwa pihak Google mengatakan bounce rate digunakan sebagai sinyal peringkat? TIDAK ADA!! Hati-hati penipuan.

Lalu, apakah kita harus cuek dengan bounce rate yang tinggi/membengkak?

Google memang tidak melihat rasio pentalan (bounce rate) dalam menilai peringkat SERP, namun nyatanya masih menunjukkannya di Google Analytics.

Saya memiliki pemikiran dengan alasan Google Analytics menunjukkan rasio pentalan di dalamnya. Hal ini dilakukan untuk menujukkan kepada pemilik blog, "ini lho data valid tentang rasio pentalan pengunjung anda. Silakan perbaiki konten atau design blog anda supaya pengunjung betah berlama-lama di blog anda".

Bounce rate ditunjukkan ke dalam Google Analytics agar pengurus blog tau, jika blognya memiliki rasio pentalan yang tinggi maka menunjukkan bahwa pengunjung tidak menyukai blog tersebut.

Jadi sebagai seorang blogger, saya tetap melihat tingkat bounce rate pada blog-blog saya, sehingga saya dapat meningkatkan pengalaman pengunjung dan menghasilkan kinerja yang lebih baik secara keseluruhan (user friendly), termasuk teknik SEO lainnya.

Kesimpulan

Saya tahu pasti ada orang yang tidak percaya dengan apa yang sudah saya sampaikan dalam artikel ini. Ditambah, saya ini siapa???

Namun saya tegaskan kembali bahwa Google memang TIDAK menjadikan bounce rate sebagai sinyal perankingan. Hanya saja secara tidak langsung, adanya bounce rate membantu/memberi sinyal/pengingat kepada blogger (pengurus blog) untuk serius mengurusi dan menjadikan blog pribadinya layak dikunjungi dan dijadikan sumber ilmu oleh pencari info.

Open Comments Close
*via mobile, like dahulu untuk melihat komentar

This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalise ads and to analyse traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn more