Pendapatan Halal / Haram Tergantung Blogger Itu Sendiri

Haram dan halal itu kan ada apabila kita memiliki iman akan sebuah agama. Mencuri, menyebar fitnah, mempublish po**ografi, curang, serta mengajak yudi, adalah beberapa hal yang dilarang oleh aturan agama. Dengan begitu tak perlulah banyak tanya, apalagi jelas-jelas hal tersebut dilarang oleh ajaran agama.

Haram/halal juga tergantung dari niat kita, lha kalau niatnya sudah buruk misal copy paste. Copy paste artikel orang sebenarnya boleh dilakukan asal pemilik original memperbolehkannya, jika tidak berarti tidak boleh. Jika tetap dilakukan berarti kalian itu maling, dalam ajaran agama maling adalah dosa, dosa berarti melakukan hal yag diharamkan.

Apasih susahnya buat artikel sendiri? Tidak susah kok, nyatanya melihat perdebatan blogger akan bab haram & halal bisa saya jadikan artikel ini. Btw, saya juga sudah memberikan bocoran jika kalian tidak memiliki ide postingan, kalian dapat membacanya: 5 Cara Mendapatkan Ide Posting Artikel Blog Ketika Mind Goes Blank.

Kemudian contoh lain adalah melakukan kecurangan dengan melakukan klik iklan sendiri (adsense). Walau pun kalian pakai bantuan aplikasi vpn sekalipun, yang namanya curang (menyalahi aturan google adsense) ya tetap curang. Masa iya, blogger sejati menyuruh melakukan kecurangan? Blogger sejati selalu menaati peraturan yang berlaku, jika melanggar berarti blogger abal-abal!

Ketahuilah bahwa setiap satu langkah pasti ada risiko di depannya. Bermain halal saja ada risiko bagaimana kalau mainnya sudah haram? Malah tambah banyak risiko jika mainnya haram.

Hidup di dunia ini tidak sebentar lho, kita mati juga tak tau kapan? Jadi ya harus berpikir jauh ke depan. Jangan hanya berpikir pendek kemudian pakai cara haram, sudah pendapatannya tidak berkah banyak yang doain buruk pula.


Pencerahan


Memang sudah banyak orang berkata bahwa melakukan hal yang lurus susah gajiannya (misal: menjadi publisher google adsense), eitss tunggu dulu! Itu kan kata orang, bukan kita yang melakukan. Ayo main yang berkah-berkah saja jika ingin menemukan kebahagiaan hakiki. Tentunya, menjalani tantangan dan mengalahkannya sangat menarik sekali, bukan?

Open Comments Close
*via mobile, like dahulu untuk melihat komentar

This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalise ads and to analyse traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn more