3 Cara Menyikapi Postingan Original Blog DiCopas

Copy paste sebenarnya bukanlah hal yang tabu. Mengingat kembali saat masa sekolah, dimana ada PR (Pekerjaan Rumah) mengerjakannya pinjam jawaban teman yang sudah mengerjakan kemudian disalin.

Perbedaan yang mencolok dengan dunia online adalah: "Jika di sekolah menyalin harus diizinkan oleh si pemilik, namun jika di dunia online tidak ada kata izin pun tetap dilakukan".

Sikap copy paste di dunia online tentu sangat menjengkelkan bagi konten mereka yang digandakan tanpa mendapat restu si empu. Dirasa membuat sebuah konten itu tidak menyita waktu, pikiran, energi, dan materiil?

Namun jika para blogger cermat dan mau berpikir positif, sebenarnya hal ini tidaklah merugikan. Alasannya? Akan saya bahas dalam postingan ini.

Berikut cara menyikapi postingan original blog yang dicopas oleh pihak tidak bertanggung jawab:


1. Biarkan saja

Percayalah, apabila kita membiarkannya lama-kelamaan pencuri tersebut akan merasa bosan sendiri. Dampak lainnya, postingan yang mereka curi dan gandakan tidak akan pernah meraih posisi terbaik di atas konten original kita.

Memang awalnya bisa jadi postingan pencuri akan berada di atas dan menghilangkan jejak postingan ori kita, namun ternyata itu hanya sebentar. Robot mesin pencari sudah diupgrade dan diupdate sebaik mungkin, bahkan lebih pintar dari si penciptanya. Robot dengan mudah mengenali konten asli dan konten palsu, dan pada akhirnya robot akan selalu mengapresiasi konten asli. Jadi, hanya sia-sia belaka.

Membiarkan tanpa menaruh kemarahan dan kegundahan ibarat seperti bersikap ikhlas, dan yakinlah bahwa keikhlasan tidak akan menyakiti diri kita. TUHAN Maha Bijaksana dan Maha Penyayang!


2. Berarti konten asli kita berkualitas dan ter-SEO (Search Engine Optimization)

Ini bukan sekedar anggapan, ini kenyataan. Dimana memang kebanyakan konten yang dicuri adalah konten yang berkualitas dan SEO.

Pencuri suka mengambil konten yang memiliki nilai lebih dibandingkan dengan konten buatannya sendiri. Saya ambil contoh artikel berita yang ditulis oleh jurnalisnya. Lihatlah di halaman 3 SERP (Search Engine Result Pages) Google sampai halaman selanjutnya, pasti ada blog milik siapa yang mengopy paste artikelnya entah dengan teknik spinner.


3. Laporkan

Beri komentar ke postingan yang dicuri untuk meminta ditambahkan sumber asli, atau kontak langsung ke mereka.

Kalian bisa juga melaporkan ke pihak penyedia hosting yang digunakan copaser dalam membuat blog, atau lewat agen resmi DMCA (Digital Millennium Copyright Act). Melapor tentang konten kalian yang dicopas "mentah-mentah" (bukan rewrite dan tidak menambah nilai apapun).

Tapi untuk jangka waktu diproses saya tidak tahu, dikarenakan saya tak pernah melapor kejahatan pencurian artikel. Saya kembalikan ke penyikapan yang ada di nomor 1.


Nah, ada 3 cara atau tips yang sudah saya berikan dalam postingan. Kalian mau pilih yang mana? Silakan dipikirkan lebih mantap lagi.

Jika terlalu sibuk mengurusi hal copas-mengopas tentu akan menyita banyak waktu dan malah membuat kita gagal update postingan baru untuk blog pribadi. Ditambah, walau satu masalah telah terselesaikan maka kemungkinan besar akan muncul masalah baru yang sama.

Semoga bermanfaat, Amin!

Open Comments Close
*via mobile, like dahulu untuk melihat komentar

This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalise ads and to analyse traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn more