4 Kriteria Penilaian Artikel Blog Dianggap Berkualitas

Tidak semua artikel yang berada di halaman satu mesin pencari adalah berkualitas (menurut saya pribadi). Mungkin bebeberapa kalian juga sependapat.

Saya pernah mendapatkan pengunjung dari keyword tertentu yang nyatanya artikel saya berada di halaman ketiga SERP (Search Engine Result Page) Google.

Karena penasaran kemudian saya cek artikel-artikel milik orang lain di halaman 1 & 2, ternyata memang tidak semua artikel yang muncul merupakan berkualitas. Ini hemat saya berdasarkan bagaimana cara menyampaikan dan memberikan jawaban atas pertanyaan pengunjung, bahkan ada situs direktori, blog agc, dan blog yang tidak sesuai kueri pencarian pun juga berada disana.

Saya tidak tau, apakah artikel buatan saya termasuk berkualitas? Karena yang patut menilai berkualitas atau tidak adalah pengunjung (versi manusia, bukan bot mesin pencari).

Dalam kacamata menjadi seorang pengunjung tentunya kita dapat menentukan artikel mana saja yang berkualitas dan artikel mana yang tidak. Dan tentunya, setiap individu memiliki kriteria penilaian sendiri atas sebuah artikel yang dianggap memiliki kualitas.

Nah, kalau saya pribadi memberikan kriteria penilaian atas artikel berkualitas adalah sebagai berikut ini:


1. Bisa dibaca


Sebuah tulisan yang dapat dibaca tentu saja pemililihan warna font dengan background haruslah kontras, kalau sama ya jelas tidak kelihatan (kecuali kalau di block). Selain pewarnaan, tulisan juga jangan dibuat alay (seperti pencampuran huruf dengan angka), tidak menggunakan spasi, dan banyaknya penyingkatan kata, yang ada para pembaca malah terbawa emosi akibat tulisan kalian yang unik nan nyeleneh tersebut.

Buat tulisan yang umum saja deh, kalau bisa yang EYD, supaya nantinya robot mesin pencari juga dapat dengan mudah merayapi keseluruhan tulisan kita dengan sempurna.


2. Mudah dipahami


Jumlah kata sudah banyak, akan tetapi ketika dibaca malah membuat bingung pembaca. Jawaban yang diberikan terlalu banyak memutar-mutar dan hingga akhir kata tidak ada jawaban yang diberikan.

Ini bahaya jika uang dan kepopuleran merupakan pondasi awal membuat blog, yang ada justru membuat frustasi dibarengi pembaca yang frustasi dalam memahami tulisan kalian.

Menulis memang perlu diasah layaknya pisau yang ingin selalu tajam dalam memberikan servis. Saya memiliki saran, bagaimana jika kalian menulis dengan memposisikan sebagai pembaca? Tentu hal ini berdampak baik dalam membuat artikel yang mudah untuk dipahami.


3. Menjawab pertanyaan


Alasan utama seseorang menggunakan mesin pencari adalah menemukan jawaban yang ingin mereka cari dari website atau blog yang berada di SERP.

Akan tetapi banyak tulisan dengan tema sejenis, pembahasannya sama hanya cara penulisannya yang berbeda, akan tetapi yang ditemukan di SERP tidak semuanya menjawab atas pertanyaan pengunjung yang mereka tulis melalui kolom pencarian mesin pencari.

Jika dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia mengajarkan skema 5W+1H namun untuk penulisan artikel blog sebenarnya tidak ada batasnya. Mau menuruti skema 5W+1H boleh, mau tidak menuruti juga tidak masalah, selama yang ditulis bukan membahas bab: barang ilegal, penipuan, dan provokatif. Sehingga para blogger dituntut untuk kreatif, inovatif, dan cerdas dalam menuliskan sesuatu hal tanpa pernah memberikan jawaban yang menggantung.

Harusnya, jika ada yang bertanya wajib hukumnya dijawab. Alasannya, apa yang telah dipublikasikan harus dipertanggungjawabkan, jangan menghilang begitu saja.


3 hal dalam menentukan kriteria telah saya sampaikan di atas berdasarkan pengalaman menjadi seorang pencari info di mesin pencari dalam menilai konten berkualitas. Tentunya apa yang saya sampaikan ini berbeda dengan kalian, namun 3 hal di atas sebenarnya sudah cukup dalam menentukan ciri konten yang berkualitas.

Baca juga:


Masih ada 1 lagi penilaian, ini adalah bonus. Kenapa bonus? Karena ini tidak mudah diterapkan.


4. Menginspirasi pembaca


Membuat konten itu mudah, namun membuat konten yang menginspirasi tidaklah mudah.

Banyak blogger mempublikasikan tulisan mereka, namun nyatanya tidak semuanya menginspirasi.

Semua topik bisa menginspirasi, bahkan topik yang sesat pun juga dapat menginspirasi banyak orang (contoh: jadi teroris dan nabi palsu).

"Tutorial cara membuat anak, inspirasinya dimana?" Jelas ada, menginspirasi para pasutri yang belum memiliki anak agar cepat memiliki anak.

"Video p*rn*?" Juga ada! Menginspirasi pasutri untuk mencoba gaya baru (agar tidak monoton) saat s*ks demi keharmonisan rumah tangga.

"Berita korupsi?" Tetap ada. Berita itu menyadarkan masyarakat bahwa ada sanksi sosial yang lebih menyeramkan daripada hukum pidana. Hingga akhirnya masyarakat takut melakukan tindak pidana korupsi.

Coba kalian sebutkan dikomentar, konten apa saja yang tidak menginspirasi? Nanti akan saya jawab. Karena memang semua konten bisa menginspirasi, hanya saja setiap blogger memiliki cara penyampaian yang berbeda, hingga timbul konten yang tidak menginspirasi dan konten yang menginspirasi.

Seringnya menulis dapat membiasakan blogger menciptakan konten yang berkualitas.

Masalah banyaknya kata itu tidaklah penting asalkan yang disampaikan relevan sesuai judul, isi, dan topik yang dibahas.

Post Terkait:

Open Comments Close Comments

This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalise ads and to analyse traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn more