15 Hal Penting Saat Mengganti Template Blog

Jika Anda memiliki blog wordpress, dan punya keinginan untuk merubah atau mengganti template blog atau theme yang sudah lama dipakai, maka akan banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Atau Anda mungkin bosan dengan template yang sudah dipakai lama. Tidak hanya merubah template saja, beberapa hal penting harus dicatat sebelum mengganti template. Catatan ini dibuat sebagai checklist, agar tidak ada langkah penting yang terlewati pada saat proses mengganti template baru blog Anda.

Alam pikiran saya sedang senang menulis tentang tips dan trik ngeblog nih.

Perlu diingat, pada saat menggunakan template sebelumnya, mungkin Anda memasukkan banyak script baik di homepage, sidebar, atau di dalam post. Maka jangan lupa untuk kembali menuliskannya di template baru Anda. Sekarang mari kita lihat!

Beberapa hal penting yang harus dicatat untuk dichecklist sebelum mengganti template blog

1. Buat catatan penting template yang lama

Pada template sebelumnya, mungkin anda memasukkan berbagai macam kode script tambahan. Kode tambahan tersebut bisa berupa file khusus, atau script yang dimasukkan ke function.php, singlepost.php, index.php, header.php dan di dalam file lainnya. Buka dan catat script-script tambahan tersebut. Catat kecepatan loading blog anda, agar anda dapat membandingkan kecepatan loading template lama dengan yang baru. Gunakan fasilitas situs seperti pingdom tools atau Yslow untuk mengecek kecepatan setiap halaman di blog anda.

2. Jangan lupakan sidebar

Pastikan template baru Anda sudah widget-ready. Sidebar widget ini sangat mudah digunakan pengguna wordpress untuk mengaturnya. Banyak blogger menempatkan berbagai widget di sidebar seperti misalnya untuk daftar link, kotak iklan, dan widget lainnya. Jika Anda menggunakan template baru yang tidak widget-ready, maka semua widget Anda sebelumnya bisa hilang. Buka juga file sidebar.php, perhatikan ada perubahan apakah didalamnya yang pernah anda lakukan. lebih aman jika anda membuat list widget apa saja yang digunakan di template lama. Jika anda pernah melakukan perubahan atau menambah script khusus di dalamnya, catat daftarnya secara rinci, termasuk kode script di dalamnya jika ada.

3. Kode-kode tracking

Banyak blog yang menggunakan banyak kode tracking didalamnya, misalnya tracking code dari Google Analytics, perhitungan jumlah visitor dengan Histats, atau dari service lainnya. Juga kode-kode adsense yang ada di template lama. Catatlah kode-kode tersebut, yang nantinya akan anda masukkan lagi di template baru.

4. Cek halaman RSS

Banyak blog menggunakan FeedBurner untuk mengintegrasikan WordPress RSS Feeds. Banyak template yang sudah menyediakan integrasi feedburner dari setting panel, namun ada juga yang tidak. Anda harus pastikan bahwa feedburner Anda mengarah ke halaman feed yang sama seperti sebelumnya. karena jika tidak, akan terbuat link halaman rss feed baru.

5. Backup blog

Ini adalah tindakan yang penting dari keseluruhan catatan. Anda tentu tidak ingin kehilangan file-file yang sudah ada sebelumnya, baik file template maupun file kerja di blog wordpress Anda sebelumnya. Lakukan backup ini untuk membuat anda aman saat melakukan banyak perubahan di template baru, jika ada kesalahan, Anda dapat merestore kembali file sebelumnya.

6. Maintenance mode

Anda tentu tidak ingin jika pengunjung Anda melihat adanya kerusakan saat Anda mengganti template baru. Buat blog Anda di-setting dalam Maintenance Mode untuk beberapa waktu, selama Anda melakukan proses penggantian template (Bisa 15-60 menit, tergantung kebutuhan anda). Buat tampilan blog Anda untuk menunjukkan kepada visitor bahwa sedang ada proses maintenance di blog Anda. Setelah perubahan template selesai, Anda dapat melepas kembali maintenance mode pada blog Anda. Dan Anda bisa mengaktifkan template baru segera.

7. Cek semua fungsi dan plugin

Setelah template diaktifkan, pastikan bahwa semua fungsi dan plugin yang diinstall masih bisa berjalan atau bekerja. Coba lihat catatan nomor 1 yang anda buat sebelumnya. Disinilah gunanya Anda membuat catatan sebelum merubah template. Cek semua tentang proses komentar, halaman single post, 404 page, archive page, contact page, dst. Masihkah berjalan dengan baik atau tidak. Pastikan plugin yang Anda gunakan di template lama masih berjalan dengan baik di template baru.

8. Periksa Browser Compatibility

Test blog Anda apakah masih diakses oleh semua browser? Setiap browser memiliki tingkat rendering blog berbeda-beda, terutama untuk Internet Explorer. Browser ini dijadikan patokan, browser paling basic, apakah blog Anda masih tampil dengan baik menggunakan internet explorer. Karena mungkin masih ada pengguna internet yang menggunakan browser internet explorer.

9. Pastikan bagian-bagian Third Party masih cocok atau matching dengan template baru

Jika Anda menggunakan google adsense atau perusahaan iklan lainnya yang membolehkan Anda membuat formatnya, di sini Anda harus pastikan kode-kode tersebut masih berjalan dengan baik. Misalnya ubah sesuai warna yang Anda gunakan di template sebelumnya. Apakah masih cocok dengan gaya theme baru yang Anda gunakan. Jika sebelumnya Anda menggunakan setting warna orange di iklan-iklan yang Anda gunakan, apakah masih cocok warnanya dengan theme baru yang digunakan? Atau penyesuaian warna-warna lainnya selain google adsense, misalnya warna histats widget yang Anda gunakan. Masihkah cocok warnanya dengan template gaya template baru Anda?

10. Beritahu visitor blog

Matikan maintenance mode, dan buat posting khusus yang memberitahukan kepada pengunjung blog, bahwa Anda telah selesai melakukan maintenance, atau perubahan theme yang sudah Anda lakukan telah menghabiskan waktu sekian menit. Dengan membuat pemberitahuan khusus tersebut, maka Anda bisa meminta mereka untuk melaporkan adanya bugs report atas perubahan template yang telah Anda lakukan. Anda dapat memanfaatkan twitter atau facebook page Anda untuk berinteraksi dengan pengunjung blog Anda tentang hal ini. Tanyakan apakah penampilan blog Anda sekarang baik atau tidak, apakah mereka menemui kesulitan atau kesalahan saat mengakses blog Anda sekarang? Jika jawabannya tidak, itu kabar baik, bahwa perubahan template Anda sudah berhasil. Jika memang mereka menemui error, Anda dapat meminta mereka mengirimkan screenshot, dan cobalah untuk memperbaiki kesalahan yang ada.

11. Pemangkasan atau penambahan plugin

Setiap tema blog atau template biasanya punya plugin bawaan masing-masing. Misalnya, jika sebelumnya Anda menggunakan template Genesis atau Woo, atau template lainnya yang sudah menggunakan BreadCrumbs, maka Anda pastikan apakah fasilitas ini ada di template baru? jika Anda masih ingin menggunakannya, sementara template baru belum ada fasilitas ini, maka Anda harus menambahkan plugin ini, atau menuliskan kode script tambahan untuk mengaktifkan breadcrumb kembali di template baru.

Dan sebaliknya, jika template baru sudah menyediakan fasilitas breadcrumb, sementara sebelumnya Anda menginstall plugin breadcrumb, maka Anda harus mematikan plugin tersebut. Karena nanti akan terdapat dua breadcrumb yang bekerja. Matikan plugin yang sudah ada sebelumnya jika memang template baru Anda sudah memilikinya.

12. Jangan terburu-buru

Anda sekarang sedang merubah template, maka periksa semua perubahan dengan perlahan dan telitilah hingga detail. Perhatikan hingga ke hal-hal kecil untuk memastikan template Anda dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan keinginan Anda. Akan lebih baik jika Anda memahami betul struktur serta semantik template baru yang akan Anda gunakan, sebelum melakukan perubahan besar di blog. Jadi Anda akan dapat mengenali masalah yang akan datang saat mengganti template.

13. Cek kecepatan blog

Perhatikan dan catat kecepatan loading blog saat masih menggunakan theme lama. (ini bagian dari catatan nomor 1 di atas). Apakah template baru yang Anda gunakan sekarang dapat memberikan perubahan yang baik atas kecepatan loadingnya atau tidak. Jika perbedaannya tidak terlalu banyak, putuskan mana template yang Anda gunakan. tapi jika ternyata waktu loadingnya semakin buruk, sebaiknya Anda pikirkan kembali, bagaimana cara meningkatkan kecepatan loading di theme baru Anda.

14. Perhatikan Bounce Rate

Setelah berganti theme dengan yang baru, saatnya perhatikan bounce rate visitor blog. Beberapa theme dirasa nyaman bagi visitor dan lebih friendly. Navigasinya mudah dan kecepatan loadingnya sebentar, itu yang disukai pengunjung. Jika bounce rate di blog Anda dilaporkan meningkat, maka Anda memperbaiki performa blog yang ada sekarang. Itu dapat berarti juga, kemungkinan pengunjung malas untuk melihat-lihat blog Anda dengan template baru. Tambahkan related post widgets, popular post widgets, atau berikan kemudahan navigasi lainnya untuk para pengunjung blog, agar mereka diberikan pilihan saat berkunjung ke blog Anda.

15. Dengarkan pendapat pengunjung blog, dan improvisasi

Saat design template terbaru Anda sudah digunakan, mintalah pendapat kepada para pengunjung. Ada yang tidak suka dengan fitur baru, ada pula yang suka. Berkomunikasilah dengan mereka dengan menggunakan survey. Dengarkan apa kritik, pendapat, saran, atau usulan dari apa yang mereka sampaikan. Anda juga dapat mencoba membuat polling untuk survey pendapat mereka. Cobalah telaah yang mereka katakan, untuk dapat melakukan improvisasi tentang kualitas blog Anda dengan template baru ini. Pertimbangkan, dan lakukan perubahan agar pengunjung blog Anda lebih betah berlama-lama tinggal dan membaca isi blog Anda.

Nah pembaca Mas Andisyam, itulah beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat Anda mengganti template blog Anda. Tips ini juga berlaku untuk semua blog yang menggunakan berbagai macam platform blog. Selamat berkarya!

Related Posts →


Open Disqus Close Disqus

This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalise ads and to analyse traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn more