Kenali Gejala Herpes yang Harus Diwaspadai

Tahukah Anda apa itu herpes? Herpes merupakan virus yang bisa menyebabkan infeksi kulit dan menyerang manusia. Gejala herpes sering ditandai dengan kulit kering, lepuh merah, atau luka terbuka berisi cairan.

Sistem kekebalan yang melemah atau kontak langsung dengan penderita herpes dapat meningkatkan risiko tertular virus herpes. Herpes kulit tergolong penyakit yang dapat bertahan lama di tubuh orang yang terinfeksi.

Padahal, virus herpes ini bisa menetap di tubuh penderita seumur hidup. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui gejalanya agar terhindar dari virus herpes ini. Selamat membaca!

Gejala Herpes


Jika seseorang terkena virus herpes, beberapa gejala akan muncul. Dalam perkembangannya, virus herpes ini akan melalui beberapa tahapan, yaitu:

Pertama, infeksi primer. Tahap ini ditandai dengan munculnya ruam putih atau lepuh. Lepuh ini muncul dalam kelompok di permukaan merah kulit. Seiring waktu, lepuh ini mengandung nanah hijau.

Jika lepuh pecah sebelum terinfeksi, akan terlihat seperti luka di kulit korban. Infeksi primer ini berlangsung sekitar 3 minggu dan sering disertai gejala lain seperti demam, mual dan muntah, serta pembengkakan kelenjar di sekitar leher atau selangkangan.

Kedua, tahap laten. Hanya karena gejala mulai mereda bukan berarti virus herpes sudah mati. Virus herpes ini "tinggal" di sel saraf sumsum tulang belakang manusia. Selama periode ini, penularan masih dapat terjadi karena pelepasan virus, meskipun dalam jumlah kecil.

Oleh karena itu, seseorang dapat tertular herpes dari pasangan seks atau anggota keluarga terdekatnya, meskipun orang tersebut tidak lagi menunjukkan gejala herpes.

Ketiga, infeksi berulang. Virus yang sebelumnya "beristirahat" dapat aktif kembali jika korban menderita trauma fisik (demam, penyakit menular lainnya, menstruasi dan kurang istirahat), trauma psikologis (emosi dan depresi) atau menggunakan obat-obatan tertentu. Gejala tahap ini biasanya lebih ringan daripada tahap infeksi primer.

Selain itu, gejala ini berlangsung kurang, sekitar 7 sampai 10 hari. Munculnya keluhan pada kulit korban bisa di bagian yang sama atau berbeda. Pasien juga akan mengalami gejala tertentu seperti gatal, panas, atau nyeri pada permukaan kulit yang terinfeksi.

Diagnosis Herpes


Herpes dapat didiagnosis dengan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter. Selama pemeriksaan fisik ini, dokter akan memeriksa selaput lendir yang terbentuk oleh herpes dan akan menanyakan beberapa pertanyaan kepada pasien tentang gejala yang muncul atau dirasakan.

Untuk lebih tepatnya, diagnosis herpes juga dapat dilakukan dengan melakukan beberapa pemeriksaan tambahan, seperti biakan virus herpes simpleks, yang bertujuan untuk mendiagnosis keberadaan virus herpes dengan cara menggosok area kulit yang terinfeksi, kemudian mengambil cairan tubuh lain yang diduga herpes untuk pengujian laboratorium.

Selain itu, tes antibodi juga dapat dilakukan. Tes antibodi khusus untuk HSV 1 dan HSV 2 dilakukan untuk mendeteksi adanya infeksi herpes primer. Namun, tidak dapat mendeteksi infeksi herpes berulang.

Tes antibodi ini dilakukan dengan mengambil sampel darah dari tubuh kemudian mengujinya di laboratorium untuk memeriksa adanya antibodi spesifik terhadap HSV 1 atau HSV 2.

Penting untuk diingat bahwa dibutuhkan sekitar 12 hingga 16 minggu bagi tubuh untuk membentuk antibodi terhadap HSV 1 atau HSV 2, setelah virus HSV pertama kali masuk ke dalam tubuh. Tes antibodi HSV 1 dan HSV 2 berguna untuk diagnosis, terutama jika pasien tidak memiliki lepuh kulit.

Komplikasi Herpes


Bagi penderita herpes dermatologis, komplikasi seperti penyebaran ke bagian tubuh lain, pneumonia, hepatitis, esofagitis, ensefalitis dan meningitis, serta kematian jaringan retina dapat terjadi dari mata.

Tidak selalu pada penderita cacar air, infeksi virus varicella-Zooster ini biasanya terjadi pada anak-anak, ibu hamil, orang tua, atau orang dengan daya tahan tubuh yang lemah. Beberapa komplikasi yang disebabkan oleh cacar air antara lain ruam yang menyebar ke mata, kesulitan bernapas, dan sakit kepala, serta infeksi bakteri sekunder di daerah yang terinfeksi virus.

Pengobatan Kulit Melepuh


Untuk penderita herpes kulit, Anda bisa mendapatkan pengobatan yang ditujukan untuk menghilangkan lepuh dan menghentikan penyebaran herpes. Namun, luka herpes atau lepuh juga bisa hilang dengan sendirinya tanpa perawatan khusus. Sementara itu, untuk meredakan nyeri herpes, berikut beberapa tips yang bisa Anda coba:
  • Minum obat pereda nyeri.
  • Kompres area yang terkena dengan air hangat atau dingin.
  • Mandi dengan air hangat (tidak terlalu panas).
  • Jaga agar area luka tetap kering dan bersih.
  • Gunakan pakaian yang longgar dan lembut.
  • Hindari pakaian yang menghasilkan panas seperti pakaian wol.

Bagi ibu hamil, jika pernah menderita herpes genital, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Ada kekhawatiran bahwa virus herpes dapat ditularkan dari ibu ke bayi saat melahirkan, terutama ketika infeksi aktif, karena dapat menyebabkan komplikasi berbahaya bagi bayi.

Cobalah untuk mendiskusikan dengan dokter Anda kemungkinan persalinan sesar daripada persalinan pervaginam untuk menghindari membahayakan bayi yang dilahirkan.

Inilah gambaran gejala herpes kulit dan cara mengobatinya. Jika Anda mengalami gejala tersebut, Anda bisa mencoba beberapa tips pengobatan yang telah dijelaskan di atas.

Nah, jika Anda mengalami penyakit diatas atau penyakit lainnya Anda bisa menemukan banyak informasi di web KlikDokter. Tidak hanya itu, artikel KlikDokter yang Anda baca juga diambil dari beberapa Jurnal kesehatan dan di-review oleh dokter sehingga Anda percaya pasti informasi yang tersedia valid dan sangat membantu.

Yuk, banyak cari berbagai info penting seputar penyakit yang sedang di derita dan yang lainya. Coba deh baca di sini di KlikDokter. Dengan begitu, dokter Anda dapat memberikan saran tentang cara menghilangkan penyakit yang di derita dengan tepat untuk Anda. Jika keluhan Anda semakin parah, segera hubungi dokter untuk penanganan yang lebih tepat. Salam kesehatan!

Related Posts →


Open Disqus Close Disqus

This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalise ads and to analyse traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Blogger Cookies