3 Penyebab Invalid Click Google Adsense

Bicara masalah invalid klik adsense terkadang sangat melelahkan karena kebanyakan para publisher ingin meraup pendapatan sangat cepat dengan melakukan cara curang. Sudah dibilang jika blogging jangan terlalu banyak mengharap uang, tapi tetap saja kekeh. Santai saja lah!

Ya sudah, daripada kalian bosan langsung saja masuk materi hari ini.

Invalid click (klik tidak wajar) adalah warning yang menunjukkan bahwa ada kesalahan klik yang dilakukan publisher maupun pengunjung. Invalid klik berdampak merugikan pengiklan namun di sisi lain 'menguntungkan' (tapi bohong) publisher. Karena robot adsense telah diugrade dengan baik oleh Google, maka banyak kasus dimana para publisher terkena ban atas kejadian ini, entah ban sementara maupun permanent.

Saya percaya bagi kalian (yang jujur) pasti kaget ketika tiba-tiba mendapat email bahwa akun adsense terkena ban. Namun untuk yang curang, ya tidak perlu kaget apalagi tanya penyebabnya apa, lha kalian saja main curang masa harus tanya, sadar diri saja.

Saya memiliki tips yang dapat kalian lakukan untuk menghindari terjadinya invalid click pada adsense:


1. Hindari pemasangan iklan terlalu banyak bahkan sampai menempel

Saya tau bahwa tidak ada batas dalam pemasangan banner adsense untuk per halaman, namun bukan berarti pasang seenak jidatnya. Masalahnya, ke-ngawur-an ini dapat menjadikan invalid click. Prosesnya, pengunjung tidak sengaja mengeklik iklan kemudian langsung menutupnya, gara-gara pasang iklan kebanyakan dan nempel-nempel.

Ayolah dewasa! Jujur saja, kalian (publisher) juga benci kan saat mencari informasi di blog lain ternyata iklannya berantakan bahwa menutupi konten? Lalu kemudian menggunakan aplikasi dan browser lvcknut (yang banyak dibenci publisher), yaitu: Adblock dan UC Browser. Basi lah!

Jika ingin menemukan sumber atau referensi yang menyenangkan tanpa merasa diganggu iklan, tentunya kalian (publisher) harus menyadari akan kebiasaan buruk memasang iklan yang berlebihan dan menempel-nempel. Ingat! Ada sebab ada akibat, Karma tidak akan hadir apabila kalian tidak melakukan keburukan (merugikan orang lain).


2. Jangan mengeklik iklan sendiri

Alasannya? "Ini adalah tindakan yang DILARANG oleh pihak Adsense". Kalau mengeklik sendiri diperbolehkan, rugilah para pengiklan (pengguna Adwords), mereka bayar mahal-mahal di Google tapi tidak profit alias rugi.

Pokoknya jangan klik iklan sendiri (kasihan dengan para pengiklan yang telah bayar berjuta-juta tapi tak pernah untung), meski pakai software vpn sekalipun! Main jujur aja, enak kok :)


3. Menyuruh keluarga / teman untuk mengeklik iklan lewat hp mereka secara berlebihan

Namanya berlebihan pasti efeknya buruk, ya kan? Jadi, tolong jangan terlalu nafsu menyuruh orang klik iklan di blog kalian.

Tidak apa-apa sebenarnya menyuruh keluarga atau teman mengeklik iklan lewat hp mereka, asal jangan langsung keluar, beda IP, pakai VPN disarankan, dan jangan berlebihan saja. Maksimal seminggu satu kali saja sudah cukup, tergantung trafik blog juga sih. Masalahnya saya juga melakukannya dan masih aman-aman saja sampai sekarang, tapi entah kedepannya. LoL :P

Robot adsense diupgrade sangat canggih, mereka dapat membaca informasi dan aktivitas pengeklik iklan. Jadi, apabila ada yang dirasa aneh (sering klik iklan di blog kalian) maka hal ini dapat menjadikan invalid click.

Sayangnya ada saja pihak yang iseng (jahat), lalu melakukan bom klik pada adsense kita. Untuk masalah ini, pihak google pun juga masih berupaya mengatasinya atau baca saja tulisan google yang membahas ini.

Baca juga:


Sepertinya 3 hal itu saja sudah sangat cukup untuk kalian ketahui. Solusinya, sadar diri saja :)

Apabila masih ingin mengetahui informasi penyebabnya secara lebih, kalian dapat mengunjungi artikel googlenya langsung.

Semoga bermanfaat, Amin!

Post Terkait:

Open Comments Close Comments

This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalise ads and to analyse traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn more