Mengenal IPV4 dan IPV6: Pengertian dan Perbedaan

Siapa yang belum paham tentang internet protocol atau disingkat IP? Maka kami akan membahasnya di dalam konten ini tentang IPv4 dan IPv6. Silakan dibaca!

IPv4


IP (Internet Protocol) Address versi 4 dan biasa disebut sebagai IPv4 merupakan jenis pengalamatan jaringan (networking) yang digunakan sebagai protokol jaringan TCP/IP. Panjang IP Address versi 4 adalah 32-bit dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 milyar host komputer atau lebih di seluruh dunia, jumlah host tersebut di peroleh dari 256 (dari 8-bit) pangkat 4 (terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari IP Address versi 4 adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol.

Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnetmask jaringan kedalam dua buah bagian yaitu:
  • Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan secara khusus untuk mengidentifikasi alamat jaringan dimana host berada. Jika semua Node di dalam jaringan logis yang sama tidak dikonfigurasikan dengan menggunakan network identifier yang sama, maka terjadi error yang disebut routing error. Semua sistem didalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network identifier yang sama pula. Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255.
  • Host Identifier/HostID atau Host Address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya yang berbasis TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai host identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier/segmen jaringan dimana host berada.

Alamat IPv4 dibagi menjadi beberapa jenis, sebagai berikut:
  • Alamat Unicast, alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah interface jaringan yang dihubungkan ke sebuah Internetwork IP. Alamat Unicast ini digunakan dalam komunikasi point-to-point.
  • Alamat Broadcast, alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama . Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.
  • Alamat Multicast, alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.

Alamat IPv4 dibagi kedalam beberapa kelas, hal ini dilihat dari oktet pertamanya. Sebenarnya pembeda kelas IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (adalah bit-bit awal/high-order bit).

IPv6


IP Address Versi 6 yang biasa juga disebut sebagai IPv6 merupakan jenis pengalamatan dalam sebuah jaringan yang digunakan pada protokol jaringan TCP/IP. Untuk panjang total adalah 128-bit dan mampu mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia, sebagai contoh IPv6 adalah:

21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A

Tidak seperti IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (total alamat yang dapat dicapai adalah 4,294,967,296 alamat), IPv6 memiliki panjang 128-bit yang mecapai 4 miliar alamat, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat yang dihasilkan karena ada beberapa limitasi sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja.

Sama halnya dengan IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat secara otomatis. IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6 konfigurasi alamatnya menggunakan DHCP Server dinamakan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan stateless address configuration.

Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6 yang disebut dengan Format Prefix (FP). Dalam IPv6 tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah format prefix.

Dalam IPv6, alamat 128-bit dibagi kedalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan kedalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:), olehnya format notasi yang digunakan IPv6 disebut dengan colon-hexadecimal format, sementara IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format.

Berikut adalah contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner:

00100001110110100000000011010011000000000000000000101111001110110 000001010101010000000001111111111111110001010001001110001011010

Untuk menerjemahkannya kedalam bentuk notasi colon-hexadecimal format, angka-angka biner di atas harus dibagi kedalam 8 buah blok berukuran 16-bit:

0010000111011010 0000000011010011 0000000000000000 0010111100111011 0000001010101010 0000000011111111 1111111000101000 1001110001011010

Selanjutnya setiap blok 16-bit harus dikonversikan kedalam bilangan heksadesimal dan setiap bilangan tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda titik dua:

21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A

Alamat diatas dapat juga kita sederhanakan dengan membuang angka 0 (nol) pada awal setiap blok yang berukuran 16-bit diatas dengan menyisakan 1 digit terakhir. Berikut hasil penyederhanaan alamat di atas:

21DA:D3:0:2F3B:2AA:FF:FE28:9C5A

Untuk menghindari kebingungan, penyederhanaan alamat IPv6 dengan cara ini sebaiknya hanya digunakan sekali saja untuk setiap alamat, karena kemungkinan nantinya pengguna tidak dapat menentukan berapa banyak bit 0 yang direpresentasikan oleh setiap tanda titik dua (:) yang berada dalam alamat tersebut.

Sampai di sini kita dapat mengetahui tentang IP Address versi 4 dan 6, walau tidak mendetail saya berharap artikel kali ini dapat memberikan gambaran tentang kelompok IPv4 & IPv6.

Related Posts →


Open Disqus Close Disqus

This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalise ads and to analyse traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Blogger Cookies